Jogja Percussion Festival 2015

Jogja Percussion Festival (JPF) 2015 akan diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 20-21 Agustus 2015 di dua tempat yang berbeda yaitu di Monumen Serangan Umum 1 Maret dan di pelataran Candi Prambranan. Pada Festival Kali ini Akan menampilkan  tiga belas kelompok perkusi dengan berbagai ragam bentuk dan gaya. Tajuk Jogja Percussion Festival (JPF)  2015 adalah  RE- ConnectCussion (menyambungkan dan mempertemukan kembali perkusionis, kelompok perkusi dan masyarakat pecinta perkusi. Festival kali ini dirancang sebagai sebuah perayaan ke-2 untuk mengembangkan apresiasi dan mengenal dari dekat kelompok kelompok perkusi di Indonesia, menemukan bunyi dan ide baru dalam musik perkusi yang dipertemukan langsung dengan masyarakat pecinta perkusi.

Jogja Percussion Festival sebagai agenda rutin tahunan, dimana festival kali ini merupakan festival yang ke-2 yang sebelumnya diadakan pada tahun 2014.sebagaimana tujuan utama dari JPF adalah sebagai upaya untuk mengembangkan, menghargai, memelihara dan mempromosikan seni memukul (perkusi) dalam bentuk sebuah perayaan.

Penampil / Performance JPF 2015

photo 3

NDJAGONG Perkusi terbentuk 5 Mei 2007,dg formasi Lima individu yg mempunyai kesamaan Visi tentang Instrumentasi yg bersumber pada Perkusi sebagai materi dasar bunyi yg tidak pernah habis untuk di kaji.di dalam NDJAGONG selalu terbuka terhadap Ide baru dlm mensiasati perkembangan Kesenian khususnya Musik Perkus.kata NDJAGONG inilah yg menjadi dasar pemikiran yg berarti: Duduk dan Berdialog.

Personil sekarang: Hendrikus Wisnu Groho: DrumCussion. Kaunang Bungsu Supratman: Djembe. Kate Nur Rahmat: Djembe. Andrie Virgo Setiawan: Djembe. Downy Angkyri: Talempong dan Flute.

Pernah bermain di: @.Konser Tunggal NDJAGONG PERKUSI di Warung Apresiasi Jakarta Selatan.@.Bukan Musik Biasa di Wisma Seni Solo bersama I Wayan Sadra.@.ASIATRI JOGJA di Kaliurang Jogjakarta.@KESPER di Purna Budaya Jogjakarta.@Fest Musik Perkusi Sanggar Anak Akar Jakarta.@.Fest Musik Mata Air 03 di Sendang Senjoyo Salatiga.Jawa Tengah.

Grove and Roll

GROOVE’NROLL PERCUSSION

World Beat Fusion

Groove’Nroll Percussion adalah grup musik internasional yang beranggotakan 3 orang drummer dan perkusionis Luthfi, Daood dan Ali dari band asal Amerika DEBU yang sudah berpengalaman dan dikenal didalam negeri dan di manca negara plus di perkuat oleh Franky Sadikin seorang musisi yang dikenal sebagai maestro Bass di tanah air.

Group dalam genre world beat ini mengandalkan alat musik perkusi sebagai instrumen utama dalam berkreasi. Alat musik perkusi adalah alat musik tertua di dunia, jenisnya pun sangat banyak dan beragam, begitu pula dengan warna bunyi dan cara memainkannya. Kelompok ini mengkombinasikan satu dengan lainnya lalu membuatnya menjadi komposisi komposisi istimewa. ,Disini Franky b anyak sekali memainkan sentuhan melodis dan hentakan perkusif dengan bassnya yang khas sehingga nuansa campuran Hip hop, Rock, Funk dan world music terasa mengalir saja dengan wajar tanpa memaksa.

Alat yang paling dikuasai dan menjadi ciri khas Groove’NRoll adalah Darbuka, alat pukul berbentuk hour glass dari Timur Tengah menginspirasi sebagian karya karya mereka. Alat lainnya yang dominan adalah Tabla dari India. Kedua alat tersebut dimainkan dengan teknik permainan khusus yg dikenal dengan sebutan split finger techniques sehingga hasilnya terdengar luar biasa. Selain dua alat tersebut yang menarik adalah sebuah instrumen yang menggunakan piranti suara manusia yang dikenal dengan sebutan Beat Box dimana dengan dengan cara tertentu suara manusia bisa diubah dan terdengar seperti suara perkusi. Disamping itu, alat tiup asli Australia Aborigin, Didgeridoo membawa energi yang kuat dalam beberapa karya sehingga semakin menambah keunikannya.

Musik Groove’Nroll sangat dinamis dan atraktif, unsur Groove dalam setiap repertoar menduduki posisi yang penting sehingga musik mereka menjadi universal mengajak setiap orang untuk larut dalam irama, melintasi batas kebahasaan dan mudah dinikmati oleh siapa saja dan dimana saja.

BAND MEMBERS

DAOOD, LUTHFI dan ALI

Band Affiliations:

2001 – Present : DEBU – Drummers and percussionists

2011 – Present : SERIKAT DARBUKA INDONESIA– Founding members and instructors

FRANKY SADIKIN

Session Player Live & Recording (pernah bekerja sama) :

Andity, Afgan, Tangga, Agnes Monica, Mayla Faiza, Inna Kamarie, Iga Mawarni, Joy Tobing, Audy, Kris Biantoro (Album Emas), Pasto, Imaniar, Jilly Likumahuwa, Donny Suhendra dan lain-lain

Perform Off Air & On Air :

Java Jazz Festival 2005-2011 (2010 absen), Jak Jazz 2006-2008 & 2012, Solo City Jazz 2009, JGCT 2007-2008 & 2012, Klab Jazz TVRI 2009-2012, Ambon Jazz 2011, Bekasi Jazz Festival 2010, Jajan Jazz, Komunitas Jazz Kemayoran (KJK), Bale Jazz, Bekasi Jazz Society, Komunitas Jazz Chic’s, Mario Teguh, tour 2012 Krishna Siregar Fusion Stuff, JazzMbenSenen, session player live (pop)

Svara

Svara Samsara terbentuk di rumah kahanan Depok awal 2015 atas inspirasi hidup dan karya innisisri yang telah begitu banyak berjasa dalam perkembangan musik nusantara.

Svara Samsara mencoba meneruskan eksplorasi olahan bunyi bunyi tradisional yang telah digagas dan dimulai oleh inisisri. Pemain terdiri dari berbagai latar belakang dan pengalaman di dunia musik yang berbeda-beda.

Selain itu Svara Samsara bersama rumah kahanan juga menyelenggarakan program edukasi untuk berbagi dalam penyelenggaraan workshop dan diskusi.

Repertoar svara Samsara adalah komposisi perkusi dari masing-masing personil dan komposisi bersama. Instrumenasi yang digunakan adalah alat alat perkusi tradisional di Indonesia dan juga dari berbagai negara lain. Svara Samsara pernah tampil di acara Gerakan Mari Berbagi di Cibubur, Malam Sastra di Fakultas Ilmu Budaya UI-Depok, dan pembuka Konser Tunggal Dharman Merdeka Udara Kata di Jakarta.

Personil: Agay, Kate, Kaunang, Pele, Ronald.

533267_2918140834843_814239295_n

KESPER adalah singkatan dari “Kelompok Studi Perkusi” untuk lebih akrab disebut dengan: KESPER – Percussion Ensemble. Berdiri pada tanggal 7 Mei 2001 yang kemudian termasuk dalam kegiatan Himpunan mahasiswa Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Saat itu jumlah anggota KESPER masih 10 Orang, tetapi seiring waktu berjalan kini personel KESPER menjadi 50 orang.

Berawal dari keinginan untuk menunjukan sebuah sajian musik dengan formasi yang belum lazim bahkan pertama dan terbesar di Indonesia, yakni ansambel perkusi dengan personel lebih dari 15 orang dan membawakan repertoar standart internasional. Perkusi sebagaimana kita kenal mempunyai sejarah yang sangat panjang dan mempunyai kedekatan garis dengan sejarah peradaban manusia. Dimulai dari kebudayaan prasejarah sampai saat ini. Terlihat disana mereka telah membuat sistem komunikasi dan ritual yang secara tidak sengaja telah menjadi instrumen pertama yang menyebar. Misalnya; mereka menepuk tanah, memukul tenggorokan, menepuk tangannya atau menepuk tubuhnya. Ini merupakan awal dari instrumen perkusi yang mereka buat sebagai sistem komunikasi dan ritual. KESPER berkeyakinan bahwa musik perkusi sudah ada di Indonesia sebagai musik daerah dari Sabang – Merauke. Integrasi dari perkuliahan perkusi pertunjukan musik khususnya ensemble perkusi.

Jpeg

Siger Percussion adalah kelompok perkusi yang berasal dari Lampung. Terbentuk tanggal 26 April 2015. Kelompok perkusi ini akan menyajikan permainan perkusi yang banyak mengekplorasi seni musik tradisional lampung menjadi sebuah bentuk kreasi musik perkusi dengan menambahkan tampilan gestur , visual dan koreografi, sehingga membuat tampilannya selalu unik dan penuh kejutan.

Beberapa waktu yang lalu Kelompok Siger Percussion mendapat prestasi nasional sebagai Juara 2 Tabur di Trans7 2015. Personil kelompok ini adalah : Wisnu Nugroho sebagai Penata Musik. Ahmad Alfandi sebagai Koreografer. dan didukung oleh beberapa musisi : Mifta Ilhamsyah Putra, Risendi Nopriza, Frisyam Syuhada, Abdulah qurbi Richard Sambera Yuliana.

Image-1

Terbentuk 5 Juni 2015 di Semarang. Sebuah bentuk Show Perkusi yang menggunakan koreografi dan unsur seni bela diri serta rampak perkusi. Saedrum Fighter mencoba membuat warna baru dalam seni perkusi dengan alat musik perkusi yang dikonsep menyerupai alat musik Taiko dari Jepang.

Pemain: Arya Teja Nugraha, M. Nurul Hidayatulah, Arief Maulana, Tegar Budi Cahyana, Yustinus Oscar.

DuoPercussion

DUOPERCUSSION  termasuk kelompok duet multi perkusi yang cukup berpengaruh dalam dunia musik perkusi Indonesia khususnya format multi perkusi dengan DJ. Kelompok ini sudah terbentuk dan eksis di tahun 2002 dengan sering bermain di berbagai CLUB, berbagai Acara, Gathering, Broadcast  dan juga acara internasional (Filipina, Kuwait, Singapura, dan Australia).

DUOPERCUSSION sering berkolaborasi dengan banyak DJs seperti DJ Naro, Riri, Hoogie, Anton dan Dj dari luar negri.  Tidak hanya berkolaborasi dengan DJ saja, DUOPERCUSSION juga berkolaborasi dengan beberapa artis seperti Krisdayanti, Titi DJ, Shanty, Dewi Sandra, Marcell dan lainnya. Satu indie minie  album telah dihasilkan oleh DUOPERCUSSION. Personil DUOPERCUSSION saat ini adalah Hendra Ganarto dan Almira Komala Putri. Siapkan adrenalin anda untuk merasakan ketukan pukulan, irama, dan permainan musik DUOPERCUSSION yang akan mengajak tubuh anda untuk bergoyang.

photo-2
jeko

Basingsai. Kelompok musik perkusi yang mengusung gaya musik alternatif yang menggabungkan instrument perkusi tradisional dengan instumen barat. Basingsae dibentuk tahun 2014 oleh Jaeko sekaligus komponis. Event musik yang  pernah diikuti : Jazz Market, Festival kesenian Indonesia, Festival Kesenian Yogayakarta, KoperAksi.

Personil: Jaeko, Yoga, Bayu, Dimas, Ozi, Jack, Alfian

Cablaka

Berdiri tahun 2012. Pernah bermain di acara Penyambutan Bupati Cilacap, Juara II FLS2N Tingkat Kabupaten, Forum Bukan Musik Biasa di ISI Solo, Pengiring Tari dalam acara Sastra Bicara Siswa Bertanya Tingkat Nasional.

Nama Pemain: Drajat, Yolan, Fendi, Dodi, Indigo, Dode, Andi.

kopermuny

Berdiri tahun 28 April 2013, di mana seluruh personil adalah mahasiswa pendidikan seni musik UNY.

Pernah mengikuti Bahana Lokananta, Kolaborasi “Bekereng Percussion 2014”, Guest Star GPMB 2014, KoperAksi 2015.

Pemain: Aldo, Gara, Sandro, Dimas, Kiki, Arul, Adhan, Ceper, Piss, Talcha, Yabes.

Malinke

Berdiri sekitar tahun 7 sept 1999, dengan personel awal 5 orang. Dengan mengusung instrumen dari Afrika, serta tidak jarang juga membawakan musik-musik tradisi Afrika. Malinke pernah berkesempatan untuk mengisi acara KTT NonBlok di Bali. Mengisi Event Reguler di Planet Hollywood, HardRock Cafe, serta berbagai macam event musik di Jawa maupun Bali.

Nama Personil : Arif, Narso, Nungky, Bayan, Gudel, Angesti, Riza

Bambosa

Grup Musik Perkusi yang lahir di Kota Yogyakarta sekitar 11 April 2011. Bambosa beranggotakan musisi dengan latar belakang kutur. Bambosa mengusung musik yang mengkolaborasikan instrumen angklung “Arumba” dengan alat musik Barat. Bambosa menggunakan instrumen angklung selain tetntunya alasan kebutuhan estetik , juga untuk terus mendukung dan mensosialisasikan kepada publik luas penetapan Angklung sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Nama Personil : Hamdani, Zery, Shelma, Eki, Fani, Didi, Singgih, Aspian, Naufal, Arek, Puput, Ali, Dolop.

Event yang pernah diikuti :

“ASEAN JAZZ” di Selangor Malaysia 2013

”Indonesian food, handy craft and culture” di Penang Malaysia 2013

“Maestro Musik, SastradanTeater Indonesia” di TBY, Yogyakarta 2011

“Yogyakarta Bamboo Night” di Taman Budaya Yogyakarta 2010

“Arma” di Grand Pacific, Yogyakarta 2013

“Bambosa feat. Jikustikdalam “Angklung The Power Of Nature” Yogyakarta 2013

“Parade Budaya” di Auditorium Uny, Yogyakarta 2013

“Konferensi dokter se-Asia 16 negara” 2013

“PemecahanRekor MURI” di UAD, Yogyakarta 2010

“Parade Musik FE UNY Sheila on 7” Gor Uny, Yogyakarta 2013

“AngklungVaganza” di Bandung 2012

“Memperingati Hari Sumpah Pemuda” di Yogyakarta 2013

“Ospek UNY” Gor UNY, Yogyakarta 2012

“Parade Kebudayaan Tradisional” Kalasan, Yogyakarta 2014

“Happy New Year” Hotel Plaza, Yogyakarta 2015

foto 2-2

Bale kambang adalah kelompok perkusi etnik yang menggunakan alat musik etnik nusantara sebagai media eksplorasi musik.. Bale kambang marupakan sekumpulan anak muda dari berbagai daerah di Nusantara yang berkumpul dalam satu visi dan misi yang sama yaitu memperkenalkan musik nusantara kepada masyarakat luas

Instrumen musik: bedug banyuwangi, rebana, polo-palo, gendang makasar, kendang bali, agung, taganing

Personil : Muh. Fauzi mukolil, Frendy Satria Palindo, Raden Aditya Nugraha, Ginanjar Wahyu Raka Siwi, Surya Dandes, Gung Adi, Putu Eman, Kadek Anggara Rismandika